Achmadfaris’s Weblog


Proposal kepemimpinan (based on true story)
Januari 9, 2009, 4:51 pm
Diarsipkan di bawah: Uncategorized

Mimpi tak diundang

Di pagi cerah yang indah. Di pagi saat matahari datang menyambutku. Di saat cahaya berkata bahwa pagi ‘ini akan mengubah hidupmu’. Seorang dewi berkata bahwa pagi ini milkmu… Maka tak kusangka mimpi yang tak pernah terimpikan tiba- tiba jadi nyata. Merajut simfoni dalam hidupku,,,, dengan ombak senyuman dan kesedihan.

September 2007, jalan ganesha , Kota Bandung, saat sebuah momen besar dalam hidup seorang pemuda. Pemuda bercelana hitam dan berbaju merah itu tengah berbicara santai di hadapan kawan- kawannya. Takjub sekaligus gundah dirasakan oleh pemuda itu. Hati berdebar- debar. Tapi mulutnya bergerak lancar. Kata- kata indah keluar Dan akhirya mereka, kawan- kawan pemuda itu berbinar- binar.

Hari itu hari selasa. Hari dimana seorang pemuda bernama Faris terpilih menjadi seorang ketua angkatan atas 110 mahasiswa. Pemuda itu memilki latar belakang cukup baik dalam memimpin. Ilmu kepemimpinan sudah ia terapkan di kehidupan sehari- hari sejak duduk di bangku SMA. Proses pembelajaran terus ia lakukan untuk meningkatkan kapabilitas diri. Namun saat itu sebenarnya saat ia sedang jatuh. Saat dimana ia tengah sulit bergaul. Saat dimana ia tengah kesulitan menunjukkan jati diri. Saat ia tengah kesulitan menentukan arah.

Tiba- tiba,,,

Dasar mimpi kepalang yang tak diundang datang,,,

Sebuah kepercayaan selebar samudera tiba- tiba ia terima ,,,

Hanya satu hal yang ia rasuki kedalam sukma,,,

Bahwa Allah swt tengah berbicara pada sang pemuda,,,

Shower blitz

Proses kampanye dilakukan dengan bergiliran. Saat itu Faris mendapat giliran kedua. Ada calon lain bernama Fathan, Rama dan Amon (Anak Monyet) yang juga dicalonkan untuk menjadi ketua angkatan Planologi 2007 ITB. Bingung mw ngomong apa… Akhirnya ia melempar sebuah visi kosong, Sebuah visi yang sebenarnya ia kembalikan pada khalayak. Sebuah visi yang berkesan berisi karena hanya Ia kemas dengan kata- kata improvisasi.

“Aku tak memilki visi apa- apa saat ini, aku tak punya misi apa- apa untuk teman- teman semua. Itu semua karena aku hanya ingin… team ini membuat visi- misi bersama, bukan dari aku saja………………… Karena team ini milik kita”

Proses pengambilan suara dilakukan. Sebuah orang memberikan suara atas pilhannya. Saat itu mata Faris hanya terpejam. Dunia serasa terdiam. Pak Satpam pun tak kuat menggeram…

KETUA ANGKATAN KITA ADALAH,,,,, JENG-JENG,,,, FARIS!!!!!

Gegap gempita terjadi. Orang- orang tertawa dan tersenyum. Mereka mendayung pagi dalam raut wajah mereka…. Shower blitz serasa ada. Shower blitz pertanda bahwa matahari dan bulan kini ada di pundak Faris… Ibu pertiwi seakan- akan ada di pangkuan.Kini ketua angkatan Planologi 2007 telah ada.

Sebuah pelajaran dapat kita ambil bersama. Pelajaran bahwa telur  yang hanya bercangkang saja (tanpa isi) pun dapat laku dicari. Pelajaran yang membuka mata kita akan arti sebuah visi saat memulai kepemimpinan.

Visi kosong

Di gelontorkannya visi kosong bukannya tanpa sebuah dasar pemikiran. Kondisi faris yang aat itu berpengelaman tapi hanya  sedikit teman adalah alasan utama. Lingkungan angkatan saat itu belum dikenal oleh Faris. Menawarkan sebuah visi tanpa tahu karakter manusia yang akan dibawa oleh visi itu hanyalah hal gila.

Andil terbear dalam penetapan sebuah visi memang terletak pada seorang pemimpin. Seorang pemimpin harus paham benar akan karakteristik angotanya. Seorang pemipin harus paham visi apa yang cocok untuk angotanya.

Sebuah visi akan sangat berarti pada keberjalanan sebuah team. Visi adalah tujuan utama yang akan dituju sebuah team. Visi dapat diibaratkan seperti  kota yang hendak dituju. Untuk mencapainya diperlukan misi sebagai alat untuk memenuhi visi .Misi juga bisa diibaratkan seperti lewat jalan yang mana kita akan menuju suatu kota.

Pembentukkan visi harus dilakukan dengan hati- hati. Kehati- hatian ini diiringi dengan kemampuan analisis akan karakteristik angota team. Karakteristik seperti apa yang harus kita pahami?????

Ada dua karakteristik yang harus diperhatikan dalam proses pembentukkan visi.

A.      Potensi angota

Sesuatu hal didunia ini ditakdirkan selalu berpasang- pasangan. Hampir semua benda alam pasti punya kutub positif dan kutub negatif. Benda pasti punya bagian depan dan bagian belakang. Begitu juga ebuah team,,, pasti punya potensi dan kekurangan.

Sebilah piasu memilki dua buah mata pisau. Disalah satu sisi terdapat sisi yang tajam. Di sisi yang lain ada yang tumpul. Kedua sisi tersebut dapat diasah menjadi bagian yang sangat tajam. Tapi pisau tak membutuhkan dua sisi tajam untuk memotong sesuatu. Pisau hayna menbutuhkan alah satu sisi tajam untuk mampu memtong segalanya.

Analogi pisau mirip dengan sebuah team. Seorang pemimpin memilki peran kunci dalam menemukan sisi tajam team yang harus diasah. Tentunya pemimpin yang baik akan mampu melakukan hal ini dengan mudah.

How?

“Pahami baru dipahami” (Stephen Covey)

“Kita dikaruniakan 3 indera utama pada wajah kita. Indera pertama adalah mata untuk melihat. Indera kedua adalah adalah telinga.  Indera ketiga adalah lidah untuk mengecap. Indera hidung untuk mencium. Indera kelima adalah untuk berbicara. Artinya Allah swt menghendaki kita lebih banyak mengamati ketimbang bicara”. (Sayyidil Abdil Hakam)

Artinya cara mudah untuk mengenal potensi team adalah banyaklah mendengar dan memperhatikan. Cobalah untuk memahami perasaan team dengan selalu mendampingi anggota team. Hal lain adalah selalu bercengkrama dengan team karena potensi sering muncul di saat yang tak terduga.

B.      Keinginan angota

Ibarat seorang nahkoda kapal yang hanya mengarahkan kapalnya sesuai dengan apa yang diinginkan oleh penumpang. Aneh jika nahkoda kapal mengarahkan kapalnya ke Palembang padahal penumpang ingin ke Surabaya. Pemimpin harus mengenal ini lebih dari orang lain dari pada siapa pun.

Memahami keinginan angota akan membuat perjalanan team menjadi lebih mudah. Seberat apapun hal yang dituju akan menjadi mudah jika itu merupakan hal yang kita sukai.

Mengarahkan visi sesuai dengan keinginan angota akan membuat pemimpin lebih dihormati oleh angotanya. Setiap angota akan merasa terapresiasi jika mereka merasa kepentingan pribadinya dihargai untuk menjadi kepentingan kolektif.

Namun seorang pemimpin tidak bisa menerima semua keinginan (kadang- kadang aneh- aneh). Pemimpin juga harus meng-iriskan keinginan dengan kebaikkan team. 

 

 

 

 


Belum Ada Tanggapan sejauh ini
Tinggalkan komentar



Tinggalkan komentar
Baris dan paragraf terpisah secara otomatis, alamat email tidak akan ditampilkan, kode HTML diperbolehkan: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>