Achmadfaris’s Weblog


Harapan Itu ADa di Negeri ANomali (sebuah pemikiran handaulah)
Mei 13, 2009, 4:14 pm
Diarsipkan di bawah: Uncategorized

Obsesi dan harapan akan kejayaan bangsa ini kian hari kian menguat. Betul, setiap hari kita disuguhi dagelan politisi. Memang, tiap hari kita diberitai hal-hal buruk seputar kriminalitas, ketimpangan ekonomi, dan kebejatan moral. Demikian adanya, bahwa generasi muda masih banyak yang mengalami kehilangan orientasi. Seperti tayangan “live” acara musik tiap pagi di sebagian besar stasiun televisi yang selalu dipadati remaja di pust-pusat perbelanjaan. Kemana mereka dan apa yang sedang mereka lakukan sesungguhnya. Alih-alih bekerja keras, mencari ilmu, dan melakukan hal-hal bermanfaat lainnya, saudara-saudara kita lebih memilih “bergembira” bersama artis pujaan yang menyanyikan syair-syair dangkal dan murahan. Ditambah lagi dengan laga para penyiarnya yang sangat gembira dan bahagia karena telah menghibur para pemirsanya, padahal uang yang masuk ke perut meraka tidak ada harganya dibandingkan jasa mereka yang telah membantu anak-anak muda itu membunuh masa depannya sendiri.

Bagaimana pun, obsesi dan harapan akan kejayaan bangsa ini kian hari kian menguat. Masih ada pemimpin-pemimpin beintegritas dan bervisi di antara para politisi. Masih ada berita baik di rangkaian berita buruk yang menceritakan prestasi anak negeri di perlombaan sains dan teknologi di tingkat nasional maupun internasional. Atau mereka yang membuat karya untuk pengembangan masyarakat kecil dan pedesaan. Seperti dalam acara talk show di salah satu TV swasta yang mengangkat orang-orang yang telah melakukan suatu kebermanfaatan. Dan masih ada orang-orang baik di sekitar kita yang tak terberitakan maupun diwawancarai.

Mereka adalah sebagian kecil orang-orang yang menjadi anomali dari sistem pendidikan kita yang masih mengalienasi dan mendehumanisasi peserta didiknya. Sistem pendidikan yang menghebatkan para siswa menjawab soal-soal pelajaran yang rumit namun mereka tidak bisa menjawab pertanyaan sesederhana “hendak jadi apa kamu sebenarnya?”. Mereka semua memiliki satu kesamaan, yaitu mereka adalah para pembelajar sejati yang belajar tidak hanya di bangku pendidikan formal, di mana karakter, semangat, dan visi mereka pada umumnya terbangun tidak di bangku formal tersebut. Mereka biasanya tercerahkan di dunia organisasi, pengajian, di lapangan, jalanan, pertemanan, atau pun pembelajaran yang otodidak, atau jika beruntung mereka masih menemui satu atau dua orang guru yang masih sejati di bangku formal tersebut. Itulah mengapa saya sebut mereka sebagai anomali dari sistem pendidikan Indonesia. Mereka pun anomali dari kaum sebayanyanya dan arus industri yang menyasar mereka. Saat sebagian besar kawan-kawannya sedikit menghabiskan waktunya untuk belajar, maka ia sedikit menghabiskan waktunya untuk bermain. Saat yang lain mencontek dalam ujian, maka ia memperingatkan mereka untuk tidak mencontek. Saat orang lain gandrung dengan budaya pop dan hedon, maka mereka tidak suka bahkan membencinya.

Fenomena ini sesungguhnya mirip dengan apa yang terjadi di era kebangkitan nasional dahulu. Tokoh-tokoh besar kita; Soekarno, Hatta, Natsir, Syahrir, Tan Malaka, dan yang lainnya memiliki satu kesamaan yaitu mereka sama-sama pernah mengenyam pendidikan dari kolonial. Lalu apa kesamaan mereka yang membedakan mereka dengan orang-orang terpelajar lain yang jumlahnya jauh lebih banyak dan sekedar mencari penghidupan menjadi amteenar, bupati, atau tenaga administratif di pabrik serta perkebunan Belanda saja?

Kualitas pertama para pahlawan itu ialah mereka belajar bukan hanya agar lulus dari sekolah saja, melainkan mereka belajar untuk memperoleh pengetahuan sejati (kebenaran dan kebijaksanaan). Soekarno yang seorang mahasiswa Teknik Sipil tidak hanya membaca buku Konstruksi Beton, ia pun belajar agama Islam kepada H.O.S Tjokroaminoto, ia pun banyak membaca buku-buku sejarah, filsafat, politik, dan ekonomi pemikir-pemikir barat maupun Timur. Kekayaan referensi beliau bisa kita baca pada buku Indonesia Menggugat yang memiliki kutipan dan referensi yang luas sekali. Maka dengan kebenaran dan kebijaksanaan yang mereka peroleh dan yakini itulah, mereka menjadi pribadi yang memiliki keberanian dan integritas.

Kualitas kedua adalah mereka tidak hanya membaca pengetahuan formal yang ada di text book saja, melainkan mereka membaca dengan makna sesungguhnya (iqra). Yaitu membaca sejarah, membaca lingkungan, membaca masyarakatnya. Dr. Mohammad Hatta yang saat itu belajar ilmu ekonomi di Rotterdam secara formal hanya bergelut dengan aliran mainstream ekonomi saat itu; neoklasik (liberal) dan marxis (sosialisme). Namun Bung Hatta ialah seorang yang membaca sepenuh akal dan jiwanya, ia membaca dan berempati kepada masyarakatnya. Ia tidak lantas menjadi pembebek liberalis ataupun marxis. Hasilnya ia memformulasikan suatu konsep genuine bagi bangsa Indonesia; ekonomi kerakyatan atau ekonomi pancasila.

Kualitas ketiga ialah mereka memiliki visi dan bahwasannya gelar atau prestise bukan hal yang penting bagi mereka. Selepas AMS Muhammad Natsir ditawari untuk sekolah Hukum atau Ekonomi ke negeri Belanda. Namun ia menolak, dan ia memilih mendirikan sekolah dan mengajar di Bandung. Hal ini menunjukan suatu karakter yang hebat dari seorang pribadi yang berkualitas yaitu ia fokus pada visinya, dan ia tahu apa yang terbaik baginya. Seperti yang diungkapkan dengan sangat indah oleh Minke dalam Bumi Manusia-nya Pram, “Urusanku bukanlah harta, pangkat, dan kedudukan saja. Urusanku adalah bumi manusia dengan segala persoalannya.”.

Kualitas keempat ialah mereka orang-orang yang cakap memimpin dan gaul (berorganisasi dan memiliki jaringan yang baik). Soekarno awalnya dengan Klub Studi Bandung lalu terakhir mendirikan PNI, Natsir bergabung dengan Ahmad Hassan dalam Persatuan Islam, dan semua tokoh kita lainnya saat itu pasti terlibat aktif dalam sebuah organisasi. Yang paling fenomenal ialah Tan Malaka, ia menjelajah hampir seluruh benua Eropa dan Asia sebagai seorang agen Komintern. Mulai dari Belanda, Jerman, Rusia, Kanton, Filipina, Singapura, Thailand, Shanghai, Hongkong, Burma, Malaysia, hingga terakhir menjelajah Jawa dan Sumatra.

Selalu, para pahlawan ialah pengecualian (exeception) dari zamannya. Dan memang untuk membuat suatu perubahan sejarah tidak perlu menunggu mayoritas berubah. Karena perubahan sejarah selalu dilakukan oleh orang yang sedikit dan bahkan dimulai hanya oleh satu orang. Yang perlu dilakukan adalah mencetak generasi perubah ini hingga jumlahnya cukup (melampaui treshold untuk suatu perubahan sosial), menghimpun mereka dalam barisan, lalu perhatikan apa yang terjadi. Dan hari ini fenomena-fenomena itu makin jelas terlihat di negeri ini. Tinggal kita memilih untuk diri kita sendiri; hendak menjadi apa. Dan itu dimulai dengan memilih bagaimana kita belajar.



Kamu Masih Suka Baca Koran Ga?
Mei 2, 2009, 11:08 pm
Diarsipkan di bawah: Uncategorized

Berapa kali kamu membaca koran dalam sehari?
Berapa halaman yang kamu buka dari keseluruhan koran?
Berapa jumlah artikel yang kamu baca dengan penuh dalam koran?

,,,,

Baru- baru ini sebuah koran terkemuka dunia, New York Times ‘kelimpungan’.
Penjualan koran mereka menyusut 3,6% di awal tahun dan terus berkembang hingga 7% lebih.
Hal unik lainnya ditunjukkan oleh gaya marketing koran- koran terkemuka.
Konsep e-paper semakin merebak sebagai usaha agar koran dibaca kembali oleh masyarakat luas.
Beberapa kali saya membaca koran dan tak jarang sebutan ‘Wheeeiiiiisszz Tukang Baca’ melekat di wajah saya.
Betapa budaya membaca koran semakin jadi budaya yang ekslusif.
Kenapa ya orang semakin tidak mau membaca koran?
,,,
Fenomena di atas menunjukkan bahwa manusia semakin mengalami pergeseran mindset.
Jika dulu orang gemar mendapatkan informasi dalam konsep auditori (tulisan, suara),,,
Nampaknya saat ini orang semakin senang dengan hal yang simple dan ‘visual oriented’
Hal ini terbukti dengan statistik angka penonton TV yang lebih cepat meningkat ketimbang percepatan pertumbuhan daerah yang memilki listrik.
Di masa depan nanti, saya semakin yakin bahwa satu gambar bisa mewakili ribuan kata dan satu tindakan akan sama dengan ribuan kata.
Revolusi metode informasi akan berpengaruh pada pola pendidikan, hiburan, (mmm… kaderisasi), dan lainnya..



Bangunan Bersejarah sebagai Nafas Kota Bandung
April 28, 2009, 8:03 am
Diarsipkan di bawah: Uncategorized

Bandung sebagai ibukota propinsi Jawa Barat merupakan kota dengan kekayaan bagunan bersejarah terkaya nomor 9 di dunia. Setidaknya terdapat 637 bangunan bersejarah yang teridiri dari bangunan militer, pendidikan, rumah tinggal hingga kesehatan.

Dalam keberjalanan Kota Bandung, banyak terdapat bangunan bersejarah yang telah berubah fungsi bahkan dihilangkan dengan alsan ekonomi. Berikut adalah data dan fakta yang terjadi:

  1. Rumah Punawarman 62 telah dirtakan dengan tanah dan berubah menjadi lahan parkir hotel Holiday Inn.
  2. Kantor Kramat Djati di jalan Ambon 3 telah hancur dan diganti dengan bangunan baru.
  3. Toko Sarinah di Braga 4 berada dalam kondisi terbengkalai padahal bagian tengah gedung telah dihancurkan.
  4. beberapa toko di kawasan Braga telah hancur secara fisik berubah menjadi Braga City Walk.
  5. beberapa Factory Oulet di jalan Riau memugar bangunan outlet tanpa memperhatikan aspek ciri khas bangunan bersejarah.
  6. Toko Banceuy 19 telah dipotong dan diubah menjadi gudang.
  7. dll.

Fenomena- fenomena ditasa terjadi lantaran sebagian besar masyarakat tidak menyadari pentingnya bangunan bersejarah sebagai bagian Kota Bandung. Masayarakat hanya mengetahui segelintir bangunan bersejarah yang ada di Kota Bandung, seperti Gedung Sate, Savoy Homann dan gedung merdeka, padahal Kota Bandung adalah kota yang kaya dengan bangunan bersejarah.

Pemerintah pun masih menetapkan pajak yang tebilang tinggi pada bangunan bersejarah. beberapa rumah tinggal di jalan Dago memiliki nilai pajak mencapai 10- 40 juta. Contoh lain adalah gedung bumi sangkuriang yang nilai pajaknya mencapai 90juta. Merupakan hal yang wajar jika banyak pemilki bangunan bersejarah memilih untuk mengkomerseialisasikan dengan merusak bangunan bersejarah lantaran tak kuat membaya pajak.

Oleh karena itu, mari kita sebagai warga kota mulai untuk menyadarkan diri akan arti pentingya bangunan bersejarah. Demi Bandung yang lebih baik.



Proposal kepemimpinan (based on true story)
Januari 9, 2009, 4:51 pm
Diarsipkan di bawah: Uncategorized

Mimpi tak diundang

Di pagi cerah yang indah. Di pagi saat matahari datang menyambutku. Di saat cahaya berkata bahwa pagi ‘ini akan mengubah hidupmu’. Seorang dewi berkata bahwa pagi ini milkmu… Maka tak kusangka mimpi yang tak pernah terimpikan tiba- tiba jadi nyata. Merajut simfoni dalam hidupku,,,, dengan ombak senyuman dan kesedihan.

September 2007, jalan ganesha , Kota Bandung, saat sebuah momen besar dalam hidup seorang pemuda. Pemuda bercelana hitam dan berbaju merah itu tengah berbicara santai di hadapan kawan- kawannya. Takjub sekaligus gundah dirasakan oleh pemuda itu. Hati berdebar- debar. Tapi mulutnya bergerak lancar. Kata- kata indah keluar Dan akhirya mereka, kawan- kawan pemuda itu berbinar- binar.

Hari itu hari selasa. Hari dimana seorang pemuda bernama Faris terpilih menjadi seorang ketua angkatan atas 110 mahasiswa. Pemuda itu memilki latar belakang cukup baik dalam memimpin. Ilmu kepemimpinan sudah ia terapkan di kehidupan sehari- hari sejak duduk di bangku SMA. Proses pembelajaran terus ia lakukan untuk meningkatkan kapabilitas diri. Namun saat itu sebenarnya saat ia sedang jatuh. Saat dimana ia tengah sulit bergaul. Saat dimana ia tengah kesulitan menunjukkan jati diri. Saat ia tengah kesulitan menentukan arah.

Tiba- tiba,,,

Dasar mimpi kepalang yang tak diundang datang,,,

Sebuah kepercayaan selebar samudera tiba- tiba ia terima ,,,

Hanya satu hal yang ia rasuki kedalam sukma,,,

Bahwa Allah swt tengah berbicara pada sang pemuda,,,

Shower blitz

Proses kampanye dilakukan dengan bergiliran. Saat itu Faris mendapat giliran kedua. Ada calon lain bernama Fathan, Rama dan Amon (Anak Monyet) yang juga dicalonkan untuk menjadi ketua angkatan Planologi 2007 ITB. Bingung mw ngomong apa… Akhirnya ia melempar sebuah visi kosong, Sebuah visi yang sebenarnya ia kembalikan pada khalayak. Sebuah visi yang berkesan berisi karena hanya Ia kemas dengan kata- kata improvisasi.

“Aku tak memilki visi apa- apa saat ini, aku tak punya misi apa- apa untuk teman- teman semua. Itu semua karena aku hanya ingin… team ini membuat visi- misi bersama, bukan dari aku saja………………… Karena team ini milik kita”

Proses pengambilan suara dilakukan. Sebuah orang memberikan suara atas pilhannya. Saat itu mata Faris hanya terpejam. Dunia serasa terdiam. Pak Satpam pun tak kuat menggeram…

KETUA ANGKATAN KITA ADALAH,,,,, JENG-JENG,,,, FARIS!!!!!

Gegap gempita terjadi. Orang- orang tertawa dan tersenyum. Mereka mendayung pagi dalam raut wajah mereka…. Shower blitz serasa ada. Shower blitz pertanda bahwa matahari dan bulan kini ada di pundak Faris… Ibu pertiwi seakan- akan ada di pangkuan.Kini ketua angkatan Planologi 2007 telah ada.

Sebuah pelajaran dapat kita ambil bersama. Pelajaran bahwa telur  yang hanya bercangkang saja (tanpa isi) pun dapat laku dicari. Pelajaran yang membuka mata kita akan arti sebuah visi saat memulai kepemimpinan.

Visi kosong

Di gelontorkannya visi kosong bukannya tanpa sebuah dasar pemikiran. Kondisi faris yang aat itu berpengelaman tapi hanya  sedikit teman adalah alasan utama. Lingkungan angkatan saat itu belum dikenal oleh Faris. Menawarkan sebuah visi tanpa tahu karakter manusia yang akan dibawa oleh visi itu hanyalah hal gila.

Andil terbear dalam penetapan sebuah visi memang terletak pada seorang pemimpin. Seorang pemimpin harus paham benar akan karakteristik angotanya. Seorang pemipin harus paham visi apa yang cocok untuk angotanya.

Sebuah visi akan sangat berarti pada keberjalanan sebuah team. Visi adalah tujuan utama yang akan dituju sebuah team. Visi dapat diibaratkan seperti  kota yang hendak dituju. Untuk mencapainya diperlukan misi sebagai alat untuk memenuhi visi .Misi juga bisa diibaratkan seperti lewat jalan yang mana kita akan menuju suatu kota.

Pembentukkan visi harus dilakukan dengan hati- hati. Kehati- hatian ini diiringi dengan kemampuan analisis akan karakteristik angota team. Karakteristik seperti apa yang harus kita pahami?????

Ada dua karakteristik yang harus diperhatikan dalam proses pembentukkan visi.

A.      Potensi angota

Sesuatu hal didunia ini ditakdirkan selalu berpasang- pasangan. Hampir semua benda alam pasti punya kutub positif dan kutub negatif. Benda pasti punya bagian depan dan bagian belakang. Begitu juga ebuah team,,, pasti punya potensi dan kekurangan.

Sebilah piasu memilki dua buah mata pisau. Disalah satu sisi terdapat sisi yang tajam. Di sisi yang lain ada yang tumpul. Kedua sisi tersebut dapat diasah menjadi bagian yang sangat tajam. Tapi pisau tak membutuhkan dua sisi tajam untuk memotong sesuatu. Pisau hayna menbutuhkan alah satu sisi tajam untuk mampu memtong segalanya.

Analogi pisau mirip dengan sebuah team. Seorang pemimpin memilki peran kunci dalam menemukan sisi tajam team yang harus diasah. Tentunya pemimpin yang baik akan mampu melakukan hal ini dengan mudah.

How?

“Pahami baru dipahami” (Stephen Covey)

“Kita dikaruniakan 3 indera utama pada wajah kita. Indera pertama adalah mata untuk melihat. Indera kedua adalah adalah telinga.  Indera ketiga adalah lidah untuk mengecap. Indera hidung untuk mencium. Indera kelima adalah untuk berbicara. Artinya Allah swt menghendaki kita lebih banyak mengamati ketimbang bicara”. (Sayyidil Abdil Hakam)

Artinya cara mudah untuk mengenal potensi team adalah banyaklah mendengar dan memperhatikan. Cobalah untuk memahami perasaan team dengan selalu mendampingi anggota team. Hal lain adalah selalu bercengkrama dengan team karena potensi sering muncul di saat yang tak terduga.

B.      Keinginan angota

Ibarat seorang nahkoda kapal yang hanya mengarahkan kapalnya sesuai dengan apa yang diinginkan oleh penumpang. Aneh jika nahkoda kapal mengarahkan kapalnya ke Palembang padahal penumpang ingin ke Surabaya. Pemimpin harus mengenal ini lebih dari orang lain dari pada siapa pun.

Memahami keinginan angota akan membuat perjalanan team menjadi lebih mudah. Seberat apapun hal yang dituju akan menjadi mudah jika itu merupakan hal yang kita sukai.

Mengarahkan visi sesuai dengan keinginan angota akan membuat pemimpin lebih dihormati oleh angotanya. Setiap angota akan merasa terapresiasi jika mereka merasa kepentingan pribadinya dihargai untuk menjadi kepentingan kolektif.

Namun seorang pemimpin tidak bisa menerima semua keinginan (kadang- kadang aneh- aneh). Pemimpin juga harus meng-iriskan keinginan dengan kebaikkan team. 

 

 

 

 



Save Our Palestine
Januari 4, 2009, 2:51 am
Diarsipkan di bawah: Uncategorized

Kawan,,,

Pernahkah terbayang dalam benak kita jika kita adalah warga Gaza…

Cukupkah kita bergeming dengan melihat kehancuran saudara kita di Gaza sedikit demi sedikit…

ATau justru kita sama sekali tak merasakan sakit yang dirasakan oleh saudara kita…

RAkyat Gaza kini tengah menderita,, namun seluruh negeri Islam tak ada yang mampu menegakkan senjata atau memberi sanksi diplomatik terhadap ISrael…

mereka bergeming,, jika perlawanan dilakukan, maka Perang Dunia Ke-3… apakah ini merupakan simbol kelemahan bangsa Islam saat ini??? Kuta telah kehilangan prinsip bahwa sesama Islam adalah saudara,, dan sessama Islam bagaikan satu tubuh…

Hai mujahid muda,,,maju kehadapan

singkapkan penghalang,,, satukan tujuan,,,

kibarkan panji Islam dalam satu barisan,,,

ayo bersama kita berjuang,,, kita junjung kebenaran,,,

Allahuakabar!!!!!

images ayo kita doakan rakyat palestine agar mereka mampu melawan kebengisan Israel,,,

dan doakanlah pemimpin kita,, agar mereka mampu memberikan perlawanan terbaik pada ISrael amin,,,



Sebuah renungan di saat kau gagal
Desember 28, 2008, 9:14 am
Diarsipkan di bawah: Uncategorized

Tak selamanya indah ada dalam pelangi

Cahayanya pun ada dalam gelegar haliliontar

 Air mata pun mengandung sepercik air untuk kehiupan,,

Jika kau marah kenapa kegagalan itu harus ada,,,

Ia menjawab karena Aku selalu menciptakan malam dengan siang,,, jika tak ada malam maka tak ada siang di esok hari..

Jika kau marah kenapa berusaha itu susah,,,

Ia mejawab seekor ulat yg hendak berubah menjadi kupu- kupu untuk menendang kepompongnya,,, sesungguhnya dibalik kepompong itu ada sebuah kelenjar yg akan menguatkan kakinya,,,

Jika kau marah kenapa yg kau minta tak diberi,,,

Ia menjawab yang bisa menjawab keadilan adalah sebuah waktu,,, bisa saja sebuah mawar yg indah tumbuh di padang pasir, namun  kaktuslah yang dipilih,,, lalu orang meminum air didalamnya



Narasi Besar
Desember 13, 2008, 2:56 pm
Diarsipkan di bawah: Uncategorized

Berapa umurmu sekarang???

sebuah pertanyaan singkat dan simpel bagi sebagian besar orang. namun orang- orang yang berpikir besar akan terhenyak ketika mendengar pertanyaan itu,,,

Jikalau Allah mau,, maka  bisa saja Dia  merekayasa hidupmu menjadi selamanya muda untuk berfoya- foya,,, namun memang hidup ini ternyata dipenuhi dengan keadilan dimana setiap manusia memilki jatah usia,,,

Kini pertanyaan baru muncul,,, “kau gunakan apa saja hidupmu???”

Maka orang dengan pemikiran besar akan menjawab,,, “Hidup ini telah kurangkaikan dengan mimpi yang besar yang kurancang sejak dulu,,,”

Aku ingin bisa lebih hebat dari M. Natsir yang telah berdebat dengan Soekarno saat ia masih 22 tahun.

Aku ingin lebih hebat dari  Jenderal Soedirman yang merangkaiakan jejak perjuangan sejak usia muda hingga  wafat.

Aku ingin lebih hebat dari Soichiro Honda yang merintis HONDA sejak usia muda,,,

“lalu pertanyaan baru muncul,, apa itu mimpi yang besar?”

“mimpi yang besar adalah saat seorang manusia berani bermimpi besar, sebuah mimpi yang berbeda dari orang lain, dan bermanfaat luas bagi orang banyak” …

“Hanya itu?”

“Iya,,, Namun hanya orang- orang yang memilki narasi besar  yang mampu mentransformasikan mimpinya kedalam kehidupan nyata… Hanya orang bernarasi besar yang mampu mengajak orang lain mengikuti mimpinya dan hanya orang bernarasi besar yang mampu memberi manfaat kepada orang banyak dengan mimpinyaMembetuk sebuah sejarah baru di muka bumi ini”"”



Kerancuan Berpikir Manusia Indonesia (inspired by Kang Djalal)
Desember 1, 2008, 7:45 am
Diarsipkan di bawah: Uncategorized

Manusia Indonesia seringkali melakukan berbagai kesalahan pola pikir. Kesalahan ini dipengaruhi oleh sistem lingkaran setan yang telah membudaya.

Fallacy of Dramatics Instance

Orang Indonesia banyak yang terlalu berpikir overgeneralis. Misalnya kita sering menyimpulkan sesuatu yang besar dari sampel yang kecil. Tak jarang orang mengatakan bahwa orang Sunda itu cantik- cantik dan orang Jawa itu ‘hitam- hitam’. Padahal Dian Sastro itu orang jawa, cantik pula.

Fallacy of Retrospective Determenism

Selalu melihat masa lalu dan membanding- bandingkannya denmgan masa kini

Post Hoc Ergo Propter Hoc

Menghubung-hubungkan sebab- akibat yang tak jelas. Misalnya kita sering mengkaitkan bencana alam dengan hal yang bersifat mistik.

Fallacy Missplaced Corectness

Ketidaktepatan konteks dalam berkata.

Argumentum of Verrecudiam

Terlalu berlari pada kutipan orang- orang hebat, sehiungga melupakan logika. Padahal semua orang didunia ini tak ada yang sempyurna.

Fallacy of Compositum

Simpelnya ikut- ikutan tanpa mengetahui dasar pemikirannya.

Circular reasoning

Mencari alasan yang selalu berputar- putar.

Semoga tulisan ini dapat menjadi introspeksi bagi diri kita agar kita tak terjebak menjadi orang yang memilki pola pikir salah.



La Tahzan; La La La
Desember 1, 2008, 7:19 am
Diarsipkan di bawah: Uncategorized

Duka dan  masalah yang merundung pikiran seakan menerjang tajam pada November 2008. Dimulai dari kasus ’surat cinta’ yang terjadi pada proses kaderisasiku, dilanjutkan oleh hilangnya big boss, dan wafatnya ayah teman seangkatanku. Masalah dan masalah seolah mendera tak henti. Ia tak mengenal hati yang butuh waktu untuk bernafas.

Sebuah shalat istikharah ku lakukan jumat malam. Doaku padaNya mengharapkan agar masalah ini dapat dituntaskan… Syahdu shalatku kala itu.

Tak kuduga jawaban TUhan datang begitu cepat. Diberinya aku sebuah kepompong yang dapat berubah menjadi kupu- kupu. Tak kusangka adik mentorku, Alvian Chris Pradana menjadi perantara doaku semalam. Sebuah buku La Tahzan datang menjadi kunci untuk menyelesaikan semua masalah ini.

Terima kasih adik mentorku…motivasi-latahzan



Esensi Kehidupan
November 23, 2008, 2:37 pm
Diarsipkan di bawah: Uncategorized

beautiful-redKetika sebuah fajar tiba,,,

namun saat itu pula kita terselubung relung hitam,,,

tak jarang cahaya datang,,,

namun tak jarang pula kita justru mencari kegelapan

Kawan,,,

pernahkah terpikir oleh kita kenapa Allah swt menciptakan alam semesta yang sangat luas namun diisi oleh manusia yang mendiami sebuah planet yang kalah besar dibandingkan bintangnya?

pernahkah kita berpikir oleh kita kenapa Allah Yang Maha Kuasa menghidupkan mahluk paling sempurna namun suka menebar kebencian?

pernahkah terpikir oleh kita,,, untuk apa kita ada di dunia?

Jika orang lain berkata bahwa kita hidup untuk bermakna bagi orang lain,,, lantas setelah itu kita mw apa???

Jika orang lain berkata bahwa kita hidup untuk mencari kekayaan,, lantas setelah kaya kita mw apa???

Jika orang lain berkata bahwa kita hidup untuk dinikmati,,, lantas menikmati dengan cara apa???

….

Kawan,,,

Ingatkah kita bahwa kita hidup di dunia ini dengan sebuah tujuan utama,,

Untuk beribadah pada Yang Maha Kuasa…

Ingatkah kita bahwa kita diciptakan sebagai pemimpin

Ingatkah kita bahwa kita diciptakan untuk menebar cahaya pada semesta alam

Jika kau mengingat itu,,, kau adalah mahluk yang hidup sebagai manusia…

maka,,, carilah ibadahmu, carilah kepemimpinanmu, carilah cahayamu…

untuk hidup ini…

untuk sebuah perjuangan sampai mati